KERJASAMA INDONESIA dengan BRUNEI DARUSSALAM secara Politik
Indonesia
dan Brunei Darussalam menjalin hubungan diplomatik sejak tanggal 1
Januari 1984, yang segera ditindaklanjuti dengan pembukaan Kedutaan
Besar Republik Indonesia di Bandar Seri Begawan dan pembukaan Kedutaan
Besar Negara Brunei Darussalam di Jakarta.
Pada tanggal 27 September 1999, kedua negara sepakat untuk mengadakan Komisi Bersama Indonesia-Brunei dengan penandatangananMemorandum of Understanding (MoU)
pembentukan Komisi Bersama kedua negara. Pertemuan Pertama tingkat
Menteri Komisi Bersama Indonesia-Brunei berlangsung di Jakarta tanggal
25 Juli 2003, dan pertemuan ke-2 Komisi Bersama kedua negara di Bali
tanggal 17-18 Juli 2011. Pertemuan ke-3 Komisi Bersama Indonesia-Brunei
disepakati akan diselenggarakan di Brunei pada tahun 2012.
Perkembangan
hubungan bilateral Indonesia-Brunei sangat baik, yang ditandai dengan
saling kunjungan Kepala Negara/Pemerintahan kedua negara yang intens
dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kunjungan
kenegaraan Presiden Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono ke Brunei pada
tanggal 24-25 Februari 2011 dan sejumlah kunjungan Sultan Haji Hassanal
Bolkiah ke Indonesia, untuk menjenguk mendiang mantan Presiden Soeharto
pada tanggal 14 Januari 2008, menghadiri acara pelantikan Dr. H. Susilo
Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI pada bulan Oktober 2009,
menghadiri KTT ASEAN ke-18 di Jakarta tanggal 7-8 Mei 2011 dan KTT ASEAN
ke-19 dan KTT terkait lainnya di Bali tanggal 16-19 Nopember 2011,
serta menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Indonesia (UI) di bidang kemanusiaan dan peradaban pada tanggal 21 April 2011.
Sultan Haji Hassanal Bolkiah merupakan satu-satunya kepala negara/pemerintahan yang selalu hadir pada acara Bali Democracy Forum(BDF)
hingga kini, mulai dari BDF I bulan Desember 2008, BDF II bulan
Desember 2009, BDF III bulan Desember 2010, dan BDF IV bulan Desember
2011.
Setelah sempat vacuum selama
sekitar 8 tahun, pertemuan Komisi Bersama Indonesia-Brunei bergulir
kembali dengan pelaksanaan pertemuan ke-2 di Bali tanggal 17-18 Juli
2011, yang diakhiri dengan penandatanganan persetujuan tentang
notifikasi dan bantuan kekonsuleran atau MCN, dan Memorandum Saling
Pengertian (MoU) tentang Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan Diplomatik.
Pada
kunjungan kenegaraan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ke Brunei
Darussalam tanggal 24-25 Februari 2011, Indonesia dan Brunei
menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MoU) di bidang Kerjasama Pertanian dan Surat Pernyataan Berkehendak (Letter of Intent / LoI) untuk menjalin Kerjasama di bidang Kelautan dan Perikanan.
Dari kunjungan kenegaraan Sultan Haji Hassanal Bolkiah ke Indonesia pada tanggal 22-23 April 2008, telah ditandatangani MoU on Cultural Cooperation antara
Indonesia dengan Brunei. Selain itu Sultan Haji Hassanal Bolkiah
menerima Wing Kehormatan Penerbang TNI Angkatan Udara dan dikukuhkan sebagai Anggota Kehormatan Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Korpaskhasau).
Hubungan parlemen kedua negara ditandai dengan berlangsungnya kunjungan kerja Ketua Parlemen Brunei Darussalam (Legislative Council / LegCo) dan delapan (8) anggota LegCo ke
Indonesia tanggal 28 April – 2 Mei 2008. Kunjungan tersebut merupakan
balasan kunjungan muhibah Ketua DPR-RI, Agung Laksono, ke Brunei
Darussalam tanggal 28-30 Maret 2006 yang didampingi 7 anggota DPR-RI.
Dari kunjungan Ketua Parlemen Brunei Darussalam ke Indonesia, terwujud
saling pengertian dan hubungan baik antara Legislative Council(LegCo) Brunei
Darussalam dan MPR/DPR RI. Pada tanggal 7 Agustus 2010, rombongan
Komisi III DPR RI melakukan kunjungan kerja satu hari ke Brunei. Pada
tanggal 13-16 Desember 2010, rombongan Komite IV DPD RI (Bidang
Anggaran) melakukan kunjungan kerja ke Brunei untuk studi banding
tentang pelaksanaan sistem bagi hasil devisa Brunei dari sektor migas.
Pada tanggal 11-12 September 2011, rombongan Wakil Ketua DPD RI, Laode
Ida, melakukan kunjungan ke Brunei untuk meningkatkan kerjasama dengan Legislative Council (Parlemen).
Selain itu berlangsung pula kunjungan Ketua Komite I DPD RI, H. Dani
Anwar, dan anggota-anggota Komite I DPD RI ke Brunei dari tanggal 27
Nopember s/d 3 Desember 2011 untuk melakukan studi referensi tentang
regulasi pertanahan di Brunei.
Pada tanggal 26 Nopember 2011, untuk pertama kalinya berlangsung forum Policy Planning Dialogue (PPD)
antara Indonesia dan Brunei Darussalam di gedung Kemludag Brunei,
Bandar Seri Begawan. PPD telah membahas berbagai isu yang menjadi
perhatian atau kepentingan bersama kedua negara, antara lain isu ASEAN Connectivity, BIMP-EAGA, China dan India sebagai kekuatan-kekuatan utama di dunia saat ini.
- Lihat artikel tentang HOTEL PALING MEWAH DAN PALING INDAH DI BRUNEI DARUSSALAM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar